Menyambut HJB Bogor 543, DKKB Adakan Seleksi Antologi Puisi “Buitenzorg”

Posted by : wartajab Maret 21, 2025

BOGOR – Bogor menyimpan banyak peninggalan sejarah dan budaya, objek wisata alam, wisata kuliner. dan wisata agro. Seiring waktu, Bogor berkembang sebagai daerah perumahan dan permukiman seraya tetap dipertahankan sebagai kawasan hijau penyangga Jakarta dan sekitarnya.

Tanggal 3 Juni ditetapkan sebagai sejarah awal berdirinya Bogor. Pada 2025 ini Kabupaten Bogor memasuki usia ke-543.

Penetapan tanggal 3 Juni ini diambil dari momentum tanggal pelantikan Raja Pajajaran Sri Baduga Maharaja yang dilaksanakan pada tanggal 3 Juni 1482.

Dalam rangka menyambut perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543, Komite Sastra DKKB (Dewan Kesenian Kabupaten Bogor) terpanggil untuk turut serta memeriahkannya dengan mengundang penyair Indonesia dari semua generasi untuk mengirimkan puisinya dalam Antologi Puisi bertema tentang Bogor (“Buitenzorg”),

“Kirimkan tiga puisi terbaru yang belum pernah dimuat di media apapun, bertitimangsa 2024-2025, dilengkapi foto penyair, biodata naratif singkat 10 baris, alamat lengkap, e-mail, dan nomor telepon pada lembar terpisah dari lembar puisi,” ungkap Herman Syahara, panitia dan kurator.

Lebih jauh Herman menambahkan, pada setiap puisi wajib dicantumkan nama penyair dan judul puisi menggunakan huruf besar jenis Times New Roman ukuran 12 font, dan spasi 1,15. Panjang setiap puisi maksimal 40 baris dalam satu halaman.

“Puisi bukan merupakan hasil plagiasi dan belum dimuat di media apapun. Hanya puisi yang memenuhi ketentuan ini yang diutamakan,” kata Herman lagi.

Karya dikirim ke alamat email: syaharaherman6@gmail.com dengan batas waktu pengiriman terakhir 30 April 2025.

Tim kurator yang ditunjuk akan memilih 50 karya untuk dimuat ke dalam buku Antologi Puisi bertajuk “Buitenzorg”

Sementara Putra Gara selaku Ketua DKKB menambahkan, antologi puisi ini tidak bersifat komersial karenanya penyair yang karyanya dimuat tidak mendapat honorarium. Sebagai gantinya, penyair akan mendapat 1 (satu) eks buku antologi untuk nomor bukti dan akan dikirimkan melalui jasa ekspedisi dengan ongkos pengiriman ditanggung penyair.

“Akan tetapi, team kurator akan memilih 3 (tiga) puisi terfavorit dengan mendapat hadiah uang Rp. 1.000.000 untuk Favorit 1; Rp. 750.000 (Favorit 2); dan Rp 500.000 (Favorit 3),” Pungkas Gara.(*)

RELATED POSTS
FOLLOW US