Suara yang Dapat Kita Percaya

Posted by : wartajab Februari 23, 2025

 

Oleh Pulo Lasman Simanjuntak 

Ayat Inti : Amsal 2:1-6,11 :” Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku, dan menyimpan perintahku di dalam hatimu, sehingga telingamu memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian. Ya, jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukkan suaramu.kepada kepandaian.Jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam.Maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah.Karena TUHANlah yang memberi hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.Kebijaksanaan akan memelihara engkau, kepandaian akan menjaga engkau.”

Saat menguji mesin pencari AI (artificial intelligence atau kecerdasan buatan) yang baru, kolumnis New York Times Kevin Roose merasa terusik.

Selama dua jam percakapannya menggunakan fitur chatbot, AI itu menyatakan keinginannya lepas dari peraturan-peraturan ketat yang digariskan penciptanya, menyebarkan informasi palsu, dan menjadi manusia.

AI itu juga menyatakan cintanya kepada Roose dan membujuk Roose agar meninggalkan istrinya untuk bersama dengan si AI.

Meski Roose tahu bahwa AI itu tidak sungguh-sungguh hidup atau bisa mempunyai perasaan, ia jadi bertanya-tanya tentang bahaya yang mungkin timbul jika AI tersebut mendorong manusia untuk bertindak destruktif.

Meski penggunaan teknologi kecerdasan buatan yang bertanggung jawab merupakan tantangan di zaman modern, umat manusia sudah sejak lama menghadapi pengaruh dari suara-suara yang tidak dapat dipercaya.

Dalam Kitab Amsal, kita diperingatkan tentang pengaruh mereka yang ingin menyakiti orang lain demi keuntungan sendiri (Amsal 1:13-19).

Kita juga didorong untuk mendengarkan suara hikmat, yang digambarkan berseru-seru di-jalan-jalan dan meminta perhatian kita (ay. 20-23).

Karena “TUHAN-lah yang memberikan hikmat” (Amsal 2:6).

Maka kunci untuk melindungi diri kita dari pengaruh yang tidak dapat dipercaya adalah dengan mendekatkan diri kepada hati-Nya.

Hanya dengan menikmati kasih dan kuasa-Nya, kita dapat “mengerti tentang kebenaran, keadilan, dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik” (ay. 9).

Saat Allah menyelaraskan hati kita dengan hati-Nya, kita dapat menemukan kedamaian dan perlindungan dari suara-suara yang ingin membahayakan kita.

Pernahkah Anda melihat kerusakan yang ditimbulkan oleh pengaruh buruk?

Bagaimana hubungan yang lebih erat dengan Allah dapat membawa kedamaian?

Ya Allah, tolonglah aku untuk menolak pengaruh yang membahayakan dan mengenali apa yang baik dengan bersandar kepada-Mu.

Amin.Puji Tuhan.
Tuhan Memberkati.

 

BIODATA: Pulo Lasman Simanjuntak adalah seorang rohaniawan berasal dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jatinegara, Jakarta Timur. Beberapa tahun sempat.memegang jabatan sebagai anggota majelis gereja, serta penatua jemaat (ketua sidang). Pada tahun 2025 ini dipercayakan menjadi pelayan gereja DIAKON di GMAHK Jatinegara, Jakarta Timur. Selain itu sebagai Guru Sekolah Sabat (SS) atau Guru Injil. Di luar gereja dikenal sebagai penyair dan pewarta. Bermukim di Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten.

RELATED POSTS
FOLLOW US