Selamanya, Tuhan menyertai umat-Nya .Dalam setiap musim kehidupan, dan kesetiaan Tuhan bukan bersyarat pada situasi, tetapi kekal.
Dan, janji penyertaan-Nya tidak terputus waktu. Ia selalu hadir, bukan hanya mengawasi dari jauh, tetapi berjalan bersama kita. Bapa surgawi tidak meninggalkan anak-anak-Nya dalam pencobaan dan kesusahan.
Demikian juga Yesus tidak akan meninggalkan mereka yang mengasihi Dia dan mempercayai nama-Nya.( Matius 28:20 ; Ibrani 13:5 ; dan Ellen G.White dalam buku Alfa & Omega 6, hlm. 287).
Nah, sehubungan dengan tema “selamanya” berikut adalah beberapa penjelasan Firman Tuhan yang memberi makna lebih mendalam.
1. Bahwa “selamanya” kasih Kristus tak tergoyahkan oleh apapun di dunia ini. Dan kasih Kristus adalah abadi, bukan reaktif .
Namun dunia bisa mengecewakan, tetapi kasih Tuhan adalah fondasi kekal yang tidak terguncangkan oleh kematian, penderitaan, atau pengkhianatan manusia .
Makanya tidak ada satupun yang dapat memisahkan jiwa dari Kristus jika jiwa itu tetap berpaut kepada-Nya oleh iman.
Pencobaan tidak bisa merobohkan kasih yang murni kepada Juruselamat( Roma 8:38–39 ; Yeremia 31:3 ; Our High Calling, hlm. 78)
2. Bahwa “selamanya” Tuhan tidak hanya memandang dari surga, tetapi hadir aktif menggenggam tangan kita..Tuhan bukan hanya mengawasi, tapi Ia menggenggam tangan kita. Ia berjalan bersama,bukan sebagai penonton melainkan sebagai penuntun aktif.
Sepanjang hidup sampai kekekalan. Makanya Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya .
Ia akan berdiri di sisi mereka, sebagaimana Ia berdiri di sisi para nabi dan rasul-Nya di masa lalu. ( Yesaya 41:10 ; Mazmur 139:7–10 ; dan Ellen G.White dalam buku Testimonies for the Church, vol. 8, hlm. 11)
3. Bahwa “selamanya” Tuhan menopangmu, bahkan saat tubuh lemah dan masa tua tiba. Makanya penyertaan Tuhan tidak dibatasi oleh usia atau kekuatan fisik .
Bahkan saat semua melemah, Dia tetap menggendong kita, menjadi kekuatan yang menopang dan menyegarkan roh kita .Kita dapat percaya bahwa Allah akan memelihara kita, bahkan hingga rambut kita memutih, tangan-Nya tetap menggenggam kita. ( Yesaya 46:4 ; Mazmur 92:14–15 ;The Faith I Live By, hlm. 46)
Sebagai penutup “selamanya” hidup kita aman di dalam tangan-Nya – milik-Nya untuk kekekalan .
Maka itu menjadi milik Tuhan bukan hanya untuk hidup sekarang, tapi untuk kehidupan kekal.
Kita adalah milik-Nya selamanya, dan dunia ini hanyalah tempat persinggahan menuju warisan surgawi. Orang-orang yang ditebus adalah milik Kristus yang kekal.
Tidak ada kuasa di bumi atau neraka yang dapat memisahkan mereka dari kasih Juruselamat mereka.( Yohanes 10:28–29 ; 1 Petrus 1:4–5 , dan Ellen G.White dalam.buku Alfa & Omega 6, hlm. 123).Amin.
Tuhan Memberkati.
Biodata ———————————————————————————————————————————————————————–
Pulo Lasman Simanjuntak, adalah seorang rohaniawan dari jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jatinegara Jakarta Timur. Dalam jabatan pelayanan pernah menjadi anggota majelis gereja, penatua jemaat, dan saat ini sebagai diakon serta guru sekolah sabat (SS) atau guru Injil/Alkitab. Sehari-harinya juga dikenal sebagai wartawan dan sastrawan.Bermukim di Pamulang, Kota Tangerang Selatan.Kontak 08561827332 (WA).
