
Depok – Selama dua hari berturut-turut, Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah Wali Kota Depok Supian Suri dan Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah menggelar open house di kediaman pribadi mereka masing-masing. Wali Kota Supian Suri dan keluarganya menerima warga yang datang ke rumahnya di kawasan Cilodong dan Chandra Rahmansyah beserta isteri dan anaknya menjamu masyarakat di kediamannya di Perumahan Pesona Khayangan.
Kegiatan open house di rumah Supian Suri dan Chandra Rahmansyah dinilai humanis, penuh keakraban dan toleransi sesama umat. Sebab, tamu yang berkunjung ke rumah dua pasangan pemimpin Kota Depok ini tidak hanya umat muslim, melainkan seluruh umat beragama.
Anggota Komisi A DPRD Kota Depok Binton Nadapdap yang bersilaturahmi di ke kediaman Wali Kota Depok dan Wakil Wali Kota Depok mengatakan bahwa open house ini sangat positif dan penuh keakraban.
“Masyarakat berbondong-bondong. Ini adalah hari kedua Idulfitri dan sangat ramai, tidak ada kekurangan, makanannya banyak, enak. Silaturahmi betul-betul dilakukan. Kegiatan open house ini adalah komunikasi politik yang menyentuh hati rakyat,” ucap Binton, Selasa (1/4/2025).
Menurut Binton, selama menerima warga Depok, Wali Kota maupun Wakil Wali Kota juga mengajak warga untuk berfoto bersama, sembari berbincang-bincang dan bersenda gurau.
Kesempatan ini membuka ruang bagi pemimpin Kota Depok membuka diri bagi pemilihnya maupun masyarakat yang tidak memilih saat Pilkada Depok tahun lalu. Sehingga ke depan, dukungan kepada wali kota semakin kuat.
Binton juga merasakan suasana toleransi dan keberagaman. Sebab, Binton datang bersama keluarganya dan pucuk pimpinan tertinggi di HKBP di Distrik XXVIII, Praeses yang membawahi Deboskab (Depok, Bogor, Sukabumi dan Kalimantan Barat) Pendeta (Pdt) Ridoi Batubara didampingi Pendeta Resort Cinere Rahmat Lumbantobing, Pdt. Ligat Simbolon, dan Pdt. Adolf Tasman Nababan.
Ketua DPD PSI Kota Depok ini berharap di bawah pasangan Supian – Chandra, Kota Depok mengalami kemajuan dan ikut mendukung Jabar Istimewa. Binton berharap, label Depok sebagai salah satu kota intoleran dari hasil studi Setara Institute segera berubah.
“Mari kita ubah hasil studi dari Setara Institute, kita ubah Depok yang disebut sebagai Kota Intoleransi. Kita bangun menjadi Depok Maju dan Jabar Istimewa. Tentu kata Istimewa artinya sempurna. Maju itu artinya tidak ada lagi pemikiran sempit, pragmatis, sectarian dan keagamaan,” kata Binton.
Selain pimpinan HKBP, ucapan idulfitri 1446 H kepada Supian dan Chandra juga disampaikan Ketua Persekutuan Seluruh Pendeta Indonesia Raga (PSPIR) Kota Depok, para pastor atau Romo Pimpinan Gereja Katolik Kota Depok, umat Khonghucu melalui Majelis Agama Khongucu Indonesia (Makin) Kota Depok Eka Wijaya, Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (Bamagnas) Kota Depok Pdt Steven Hutabarat.
Wali Kota Depok Supian Suri mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh warga Depok termasuk tokoh-tokoh lintas agama yang bisa meluangkan waktunya untuk menghadiri kegiatan open house di rumahnya. Supian mengatakan, Idul Fitri merupakan momen untuk saling memaafkan.
“Selamat Idulfitri 1446 H bagi semua warga Depok, mohon maaf lahir dan batin,” kata Supian.
Secara terpisah, Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah juga mengatakan hal senada. Chandra turut mengucapkan terima kasih kepada warga Depok yang telah hadir di kediamannya.
“Alhamdulillah, terima kasih untuk warga Depok yang telah datang ke kediaman kami. Saya beserta keluarga mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri mohon maaf lahir batin. Insyaallah, Depok ke depan semakin baik,” ucap Chandra. (srs)