
Jakarta – Isteri Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Tari Astari mendukung para pengusaha UMKM agar terus berinovasi dan menjaga kualitas produknya. Tina mengatakan hal ini kepada wartawan di sela-sela kunjungannya ke Sundown Markette di Taman Softball, Gelora Bung Karno (GBK), Kamis (6/3/2025) sore.
“Buat UMKM di seluruh Indonesia, ayo terus maju, berinovasi, jangan lupa menjaga kualitasnya. Untuk yang makanan berkemasan jangan lupa legalitasnya, izin, dan lain-lain. Kalau makanan siap saji, tetap menjaga kebersihan, higienis, maju, kreatif, inovasi, mudah-mudahan makanan nusantara kita ini bisa kita perkenalkan ke dunia,” kata isteri dari Maman Abdurahman ini usai belanja makanan di berbagai tenant.
Tina juga menyampaikan pendapatnya, agar para pegiat UMKM tidak lagi dijuluki pelaku UMKM. Menurut dia, istilah pelaku itu mengandung makna konotasi yang tidak baik.
“Pelaku apa coba? Ada gak pelaku yang bagus? Pemerkosaan, pembunuhan, penculikan. Ada gak dia ini pelaku sedekah? Ada gak dia pelaku derma. Ada gak? Mulai sekarang kita mengganti kata pelaku menjadi pengusaha, Jadi walaupun, ibu-ibu nih, pengusaha UMKM dari rumah. Ada satu semangat bahwa ‘semangat loh walaupun aku ibu rumah tangga’. ‘Aku ini enterpreneur’,” kata Ketua Bidang Kerajinan Nasional Dekranas ini.
Tina yang dikenal sebagai artis peran ini berharap dengan menggunakan istilah pengusaha, akan menjadi rmotivasi dan membuat UMKM Indonesia ‘naik kelas’.
Kuliner di Sundown Markette
Tina mendatangi satu persatu dari 40 tenant kuliner di Sundown Markett . Menurutnya, konsep Sundown Markette sangat menarik. Apalagi, kegiatan ini bertepatan dengan momen Ramadan 1446 Hijriah.
“Orang-orang pasti memburu makanan dengan musim yang memang sedang hujan terus. Konsepnya sudah bagus kayak outdoor, orang makan di taman. Orang juga nyaman ngga terlalu formal,” kata Tina yang berbuka puasa di Sundown Markette.
Tina juga berkomentar positif untuk tenant-tenant yang menyajikan aneka ragam makananannya. Ada gorengan, empek-empek, bakso tulang rusuk, mie ayam, ayam mercon, nasi kapau, nasi pecel, snack, hingga aneka minuman dari air mineral, es cendol hingga jamu.
“Kurasinya bagus, bersih. Yang terpenting bersih, penempatannya bersih, penyajiannya bagus, lalu di bagian nusantara tadi macam-macam. Ada yang familiar, sudah publish, sudah komersial,” kata Tina.
Tina berharap, Sundown Markette akan selalu menjadi event yang ditunggu para pemburu kuliner. Apalagi umumnya, tenant-tenant di Sundown Markette sudah cukup luas dikenal publik seperti martabak Kubang, nasi kapau, empek-empek, Burgirl, dan lain-lain. Tentunya tetap dengan harga yang masih bersahabat untuk masyarakat.
“Yang lain, tentu sudah punya score, seperti rumah makan itu sudah punya restorannya. Yang lain buat aku oke semua makanannya,” ucapnya.
Saat ditanya makanan apa yang paling disukai. Tina mengakui jika selama Ramadan, jamuan teristimewa yang paling digemarinya adalah makanan dengan bumbu kacang.
“Yang sudah ngga sanggup saya mau pesan tadi itu nasi tempong, nasi kapau, pecel, itu bakwannya pake bumbu kacang. Itu yang namanya Ramadan sudah sahabatan banget dengan bumbu kacang. Ketemu lagi combro, risol,” kata Tina yang membungkus empek-empek, mie ayam dan martabak kubang.
Managing Director Sundown Markette Dian Puspita Sari mengatakan Sundown Markette menyasar para pekerja yang ada di sekitar GBK. Tidak hanya menyuguhkan makanan nusantara dan jajanan viral lainnya, Sundown Markette telah menyiapkan beberapa program unggulan.
Sundown Markette telah bekerja sama dengan salah satu kedutaan di Indonesia untuk menampilkan pentas budaya. Selain itu, mereka juga menjadi official partner Nonton Bareng (Nobar) Timnas selama dua kali. Sundown Markette telah bekerja sama dengan stasiun televisi yang resmi menayangkan pertandingan tersebut. Layar besar akan dibangun di tengah-tengah areal jajanan berkapasitas 1500 penonton itu.
“Kami harapkan, yang ikut Nobar Timnas dapat menonton sembari menikmati jajanan yang ada di Sundown Markette,” kata Dian. (srs)