BANDUNG – Tiket kereta api Pasundan relasi Bandung Kiaracondong-Surabaya Gubeng PP akan mengalami kenaikan mulai 1 Agustus 2025, seiring penggunaan rangkaian kereta kelas ekonomi new generation menggantikan ekonomi reguler sebelumnya.
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo membenarkan nantinya kereta yang terkenal terjangkau tersebut akan mengalami kenaikan tarif sampai setengahnya dari harga tiket saat ini seiring dengan peningkatan kelas yang dikenakan pada KA Pasundan.
“Betul, (akan) ada penyesuaian tarif dengan persentase sekitar 59 persen,” kata Kuswardojo saat dikonfirmasi di Bandung, Kamis.
Menurut Kuswardojo, hal ini sangat wajar jika dibandingkan dengan peningkatan pelayanan dan kenyamanan dari rangkaian yang akan digunakan nanti, bahkan disebutnya lebih tinggi dibandingkan kelas ekonomi premium yang digunakan KA Argo Parahyangan.
Kuswardojo mengatakan saat ini rangkaian ekonomi yang digunakan KA Pasundan, memiliki kapasitas 106 seat dalam satu keretanya, sementara pada kereta yang baru akan terdiri dari 72 seat di setiap keretanya.
KA Pasundan dengan rangkaian baru nantinya menyediakan total 504 tempat duduk dalam sekali perjalanan, lebih sedikit dengan rangkaian sebelumnya dengan total 742 tempat duduk, untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.
Fasilitas lainnya pun ditingkatkan, seperti kursi yang dapat diatur sandarannya (reclining) dan bisa diputar; pendingin udara (AC) lebih merata; jendela lebar dengan kaca ganda hingga meredam panas dan suara; dan perubahan interior serta pencahayaan lainnya yang lebih baik.
“Apalagi kursi keretanya tidak tegak lagi bahkan bisa reclining dan diputar arahnya menyesuaikan arah laju kereta seperti kereta eksekutif pada umumnya. Ini lebih dari ekonomi premium. Kami optimis rangkaian baru ini akan memenuhi harapan dan keinginan pengguna jasa kereta api Pasundan nantinya,” ucap dia.
Kuswardojo mengatakan langkah ini merupakan bentuk komitmen KAI dalam memberikan kenyamanan lebih kepada pelanggan seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap KA Pasundan.
Selama beberapa waktu terakhir, KA Pasundan menjadi pilihan favorit pelanggan dengan rute strategis yang menghubungkan wilayah Jawa Barat ke Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
“KA Pasundan kini hadir dengan wajah baru. Sarana yang digunakan telah ditingkatkan, tapi KA Pasundan tetap melayani kelas ekonomi, tetapi dengan fasilitas yang lebih baik dan memadai,” ujar Kuswardojo.
Selama tahun 2024 KA Pasundan telah mengangkut total 552.457 pelanggan sedangkan pada Januari sampai Juni 2025 telah mengangkut 282.135 pelanggan dari dan menuju wilayah Daop 2 Bandung. KA Pasundan juga sangat diminati pelanggan terutama pada peak season seperti pada akhir pekan, liburan, maupun lebaran dengan okupansi mencapai 125 persen dari total tempat duduk yang disediakan.
“Perubahan sarana ini tidak mengubah jam keberangkatan dan waktu perjalanan,” ucap Kuswardojo.
Dari informasi yang dihimpun, KA Pasundan merupakan kereta api kelas ekonomi yang mendapatkan subsidi dari pemerintah, sehingga tarifnya relatif terjangkau.
Harga tiket berkisar antara Rp270.000 hingga Rp320.000. Untuk rute yang lebih pendek, harga tiket bisa mulai dari Rp165.000. Harga tiket ini sempat menjadi berkisar antara Rp88.000 hingga Rp94.000 pada Lebaran 2025 karena ada subsidi hari raya dari pemerintah.(ant)
